Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Sabar OM masih Loading... . GET LINK

Nama Habibie Diabadikan Jadi Nama Gedung Sains Teknologi

Nama Habibie Diabadikan Jadi Nama Gedung Sains Teknologi


MELIHAT-LIHAT - Mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie melihat-lihat karya mahasiswa arsitektur UIN Malang usai meresmikan Gedung Bacharuddin Jusuf Habibie di kampus tersebut, Sabtu (29/1). Foto: surya/aji bramastra

MALANG | SURYA - Nama BJ Habibie tampaknya belum bisa dipisahkan dengan sains dan teknologi. Hal itu membuat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengabadikan nama Presiden RI ke-3 tersebut, sebagai nama gedung Fakultas Sains dan Teknologi mereka yang baru.
Peresmian Gedung ’Bacharudin Jusuf Habibie’ ini dihadiri langsung si empu nama, Sabtu (29/1). ”Saya berharap, di gedung ini akan tercetak generasi penerus yang bisa diandalkan,” kata Habibie, usai menekan tombol peresmian.

Kemarin, pria yang sempat menempuh perkuliahan di Teknik Mesin ITB selama enam bulan itu berkeliling meninjau fasilitas gedung. Ia juga sempat berdiskusi dan mengkritik sejumlah karya mahasiswa UIN.
”Apa masjid harus ada menaranya? Biaya membangun menara bisa dialihfungsikan untuk fasilitas yang lebih bermanfaat. Zaman dulu orang membangun menara, karena adzan belum bisa disampaikan melalui televisi, radio, atau telepon genggam,” kritik Habibie, saat melihat karya mahasiswa jurusan arsitektur.
Kedatangan Habibie ke UIN juga diapresiasi para mahasiswa. Kemarin, ruang perkuliahan umum sesak oleh mahasiswa.
Dalam kuliah umum itu, Habibie mencoba membangkitkan motivasi belajar para mahasiswa. Hal itu dia lakukan dengan memutar film dokumentasi tiga industri transportasi yang dimiliki Indonesia, yakni PT INKA (kereta api), PT PAL (kapal laut), serta PT Dirgantara Indonesia.
Adanya tiga industri tersebut, kata Habibie, membuktikan kualitas SDM di Indonesia sebenarnya bisa diandalkan, bila dibandingkan dengan negara berkembang lain. ”Sayang, banyak sarjana kita yang akhirnya memilih mengabdi di luar negeri. Padahal, mereka bisa sekolah karena dibiayai negara,” sesal Habibie.