Budidaya Ikan Cupang

Sebagai salah satu yang paling banyak digemari di pasaran, budidaya ikan cupang telah lama menjadi pilihan banyak peternak ikan. Selain prospeknya yang menjanjikan, pembudidayaan cupang juga cukup mudah dilakukan. Apalagi, ikan jenis ini memiliki tingkat reproduksi yang tinggi hingga ribuan telur bisa dihasilkan. Anda berminat untuk menjajal beternak cupang? Sebaiknya bekali diri lewat ulasan berikut.

Cara Praktis Membudidayakan Ikan Cupang

Kebanyakan jenis cupang yang dibudidayakan di pasaran saat ini berasal dari kategori cupang hias dan cupang adu. Secara lebih spesifik, keduanya berasal dari kelas splendens complex, khusunya betta stiktos, betta splendens, betta imbellis, betta mahachai, dan betta smaragdina. Walau berasal dari kategori berbeda, namun secara umum teknik budidaya ikan cupang menganut tata cara berikut;

1. Memilih indukan

Gambar Indukan Ikan Cupang
penjualcupang.com

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum terjun pada budidaya cupang adalah menentukan indukan yang pas dan berkualitas. Indukan yang dipilih hendaknya berasal dari generasi unggul dengan kondisi bugar, serta tanpa cacat bawaan. Cupang jantan biasanya memiliki warna lebih cerah dengan sirip serta ekor mengembang dan tubuh lebih besar dibandingkan betina.

Sebelum proses pemijahan, Anda harus memastikan indukan yang sudah masuk dalam kategori matang atau siap dikawinkan. Umumnya, indukan matang tersebut memiliki karakteristik dan ciri-ciri berikut;

Indukan jantan

  • Memiliki usia sekitar 4 hingga 8 bulan
  • Tubuhnya sudah terlihat mulai memanjang
  • Memiliki sirip yang juga terlihat mulai memanjang
  • Warnanya lebih terang dan atraktif dibanding sebelumnya
  • Pola gerakannya lebih aktif dan agresif dibanding sebelumnya

Indukan betina

  • Berada di rentang usia 3 hingga 4 bulan
  • Badannya mulai membulat dan sedikit membuncit di bagian perut
  • Memiliki sirip yang pendek
  • Warnanya cenderung tidak menarik dan agak kusam
  • Memiliki pergerakan yang lambat

2. Siapkan media perkembangbiakan

Gambar Baskom Media Perkembangan Ikan Cupang
hyundaiatoz.com

Untuk media perkembangbiakan, sebaiknya gunakan baskom dengan ukuran minimal 20 x 20 x 20 cm. Jangan lupa pula untuk menyiapkan toples maupun wadah kecil untuk cupang betina.

Sebaiknya berikan dekorasi pada wadah pemijahan agar menyerupai habitat asli. Pastikan pula untuk menggunakan air tanah maupun sungai, jangan pernah menggunakan air PAM.

Dalam tiap keberhasilan proses reproduksi, biasanya akan dihasilkan hingga 1000 telur. Telur tersebut nantinya akan menetas usai kurun waktu 24 jam sejak pembuahan.

Walau banyak, tetapi biasanya hanya tersisa 30-50 ekor saja yang akan berhasil dibudidayakan sampai panen. Cupang betina hanya bisa dikawinkan 1 kali, berbeda dengan pejantan yang bisa 8 kali kawin dengan jarak antara 2-3 minggu.

3. Proses pemijahan

Gambar Proses Pemijahan Ikan Cupang
penjualcupang.com

Jika berbagai persiapan di atas telah rampung dilaksanakan, kini Anda bisa memulai proses pemijahan. Mula-mula siapkan wadah yang hendak digunakan sebagai media pemijahan dengan mengisikan air ke dalamnya hingga ketingggian 10-15 cm, beserta dekorasi baru dan tanaman. Setelahnya, ikuti tata cara berikut dengan runtut.

  • Masukkan cupang jantan dalam wadah, diamkan hingga sehari penuh. Tujuannya agar cupang jantan memiliki waktu yang cukup untuk menghasilkan gelembung guna menyimpan telur yang dibuahinya nanti.
  • Jika lebih dari waktu itu tak juga terdapat gelembung, Anda bisa menarik perhatiannya dengan memancing menggunakan cupang betina. Caranya dengan meletakkan cupang betina dalam toples kecil transparan dan masukkan dalam baskom.
  • Jika gelembung telah muncul, masukkan cupang betina alam wadah. Sebaiknya waktu pemijahan berkisar antara jam 7.00-10.00 pagi atau 16.00-18.00 sore lantaran suhunya yang pas.
  • Usai pembuahan dan telur telah berada dalam gelembung, segeralah mengangkat cupang betina sebelum memakan telur-telur tersebut.
    Si jantan akan menjaga telur hingga menetas menjadi burayak di hari berikutnya.
  • Usai waktu 3 hari, mulailah memberi makanan pada burayak sedikit demi sedikit.
  • Pisahkan cupang jantan dengan burayak ketika telah berumur 2 minggu.

3. Memberi pakan dan perawatan

Gambar Pemberian Makan Ikan Cupang
javabetta.blogspot.com

Pakan cupang hendaknya diberikan 3-4 kali sehari, atau boleh lebih sering dengan jumlah yang sedikit-sedikit. Hindari pemberian pakan dalam 1 waktu secara berlebihan karena akan beresiko menjadi sampah makanan dan memmicu penyakit. Sebaiknya jangan pernah menempatkan lebih dari 1 pejantan dalam 1 akuarium karena berpotensi saling serang dan membunuh.

Baca Juga : Jenis Ikan Cupang

Tata cara budidaya ikan cupang sangatlah mudah untuk dilakukan. Apalagi ikan ini memiliki sifat adaptif tinggi dan tahan banting, bahkan di tempat yang minim oksigen. Namun, tetaplah menjaga kulaitas kolam cupang Anda dengan memberikan filter pembersih supaya cupang dapat berkembang secara sempurna.

Tinggalkan komentar