Budidaya Ikan Guppy

Budidaya ikan guppy memang cukup diminati di Indonesia. Apalagi, ikan hias ini memang terkenal dapat dikembangbiakan dengan budget rendah. Secara fisik, guppy memang tampak menawan, khususnya yang jantan. Hal ini dikarenakan kombinasi warna serta corak siripnya yang gemulai.

Ikan guppy (Poecilia Reticulata), adalah jenis ikan budidaya dari kawasan Amerika Selatan, dan Tengah. Namun sudah mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1920-an. Awalnya, guppy merupakan ikan hias langka dan dipelihara dalam akuarium. Namun kemudian dilepakan ke alam bebas supaya bisa berkembangbiak dengan lebih cepat. Tidak heran kalau ikan ini mudah ditemukan sekarang.

Panduan Budidaya Ikan Guppy untuk Pemula

1. Mempersiapkan WadahGambar Mempersiapkan Wadah Ikan Guppy

Sebelum ikan guppy dibeli, sebaiknya persiapkan wadah untuk budidaya terlebih dahulu. Peralatan yang dibutuhkan antara lain wadah (akuarium/ kolam buatan/ ember plastik), aerator, dan juga tanaman air.

Agar proses budidaya berjalan lancar, sebaiknya siapkan juga beberapa wadah pemisahan, untuk indukan, pemijahan, penetasan, dan pendederan.

Ukuran wadah yang digunakan juga beragam, Anda bisa menyesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dibeli. Sedangkan untuk ketinggian wadah, idealnya adalah di atas 30 cm (pemijahan). Kalau untuk pendederan, maka diperlukan ketinggian minimal 50 cm.

2. Memilih IndukanGambar Indukan Guppy

Bagi pemula proses pemilihan indukan mungkin bisa cukup sulit. Pada tahap ini, Anda harus bisa membedakan guppy jantan dengan betina.

Umumnya, keduanya memiliki fisik berbeda, terutama bagian siripnya. Ikan guppy jantan mempunyai sirip menjumbai, dengan warna terang, dan ukuran tubuhnya lebih langsing. Berbeda dengan betina yang cenderung kusam.

Indukan yang sudah siap dipijah harus berusia minimal 4 bulan. Perlu diketahui, bahwa bentuk serta warna guppy ditentukan faktor genetis.

Oleh sebab itu, untuk menghasilkan bibit yang berkualitas, Anda harus bisa memilih bibit unggul. Namun, dilarang keras melakukan kawin silang pada indukan, kalau tidak ingin mendapatkan hasil tidak jelas.

3. Memisahkan Indukan

Gambar Memisahkan Indukan Ikan GuppySebelum masuk ke proses pemijahan, maka indukan betina dan jantan harus dipisahkan. Tempatkan keduanya di dalam wadah terpisah.

Namun pertama-tama, isilah wadah dengan air bersih terlebih dahulu. Supaya kualitas air tetap terjaga, maka harus selalu diganti secara berkala (1-2 hari sekali). Anda tidak perlu mengganti secara keseluruhan, cukup 1/3 saja.

Pada proses pemisahan ini, ikan tetap harus diberi makan teratur. Hanya saja, jadwal makannya diganti, idealnya 2 hari sekali. Hal ini dimaksudkan supaya indukan tetap sehat saat nantinya memasuki proses pemijahan. Pakan yang digunakan bisa moina, atau daphnia.

4. Proses PemijahanGambar Proses Pemijahan Ikan Guppy

Sebelum pemijanan dilakukan, persiapkan wadah berisi air bersih yang sudah diendapkan dalam waktu sekitar 24 jam. Kedalam ideal air untuk pemijahan adalah 25 cm, dengan tingkat kepadatan 30 ekor ikan banding 100 liter air. Misalnya, pada akuarium berukuran 1 x 0,5 m, maka idealnya untuk menampung 30 sampai 30 ekor ikan.

Kalau memungkinkan, bisa memberikan tumbuhan air seperti hydrilla sebagai tempat kawin untuk ikan. Sebenarnya proses pemijahan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu satu persatu atau massal.

Kalau tujuan budidaya ikan guppy ini adalah untuk komersial, maka dianjurkan untuk melakukan pemijahan massal. Karena lebih praktis, cepat, dan ekonomis.

Komposisi pemijahan massal umumnya menggunakan rumus 1 (jantan) : 5 (betina). Tapi kalau masih ragu dan khawatir semua betina tidak dibuahi, maka bisa menambah komposisi dengan 1 (jantan) : 2 (betina). Dengan begitu, maka kemungkinan berhasilnya jauh lebih besar.

Proses pemijahan dilakukan dengan memasukkan induk betina terlebih dahulu kemudian baru jantan. Misalnya betina masuk pada pagi hari, maka jantan mengikuti di sore hari.

Karena semua ikan belum tentu memijah di hari yang sama, Anda bisa menunggunya hingga maksimal 7 hari. Setelah itu, pisahkan betina yang sudah dibuahi ke wadah lain.

5. Penetasan BenihGambar Penetasan Benih Ikan Guppy

Wadah yang akan dipakai untuk penetasan sebaiknya berisi air bersih dengan campuran aerasi dalam kadar rendah. Guna mempertahankan kualitas air, maka harus diganti setiap 1 atau 3 hari sekali (cukup sepertiga bagian saja). Pemberian pakan juga dilakukan 2 hari sekali. Untuk menghindari kelupaan, maka buatlah jadwal tertulis.

Berbeda dengan ikan kebanyakan, guppy menetaskan anak dengan cara melahirkan. Jadi, harus menunggu sampai embrio siap dilahirkan. Proses kehamilan biasanya berlangsung selama kurang lebih 4 minggu, terhitung sejak masa pemijahan.

Lalu, bagaimana mengetahui ciri-ciri ikan guppy yang sedang hamil? Perubahan fisik akan mulai terlihat setelah 2 minggu sejak selesai pemijahan.

Anda akan melihat adanya area gelap (bercak kelahiran) di sisi bawah anus, dan perut ikan lebih besar. Jika tidak melihat ciri tersebut, maka bisa mengambil induk untuk dipijah lagi.

Menariknya, guppy betina memiliki kemampuan menyimpan sperma di dalam tubuh. Jadi, indukan betina bisa hamil hingga beberapa kali hanya dengan sekali pembuahan. Jangka waktu dari kehamilan pertama ke berikutnya kurang lebih 1 – 5 minggu.

Sekali melahirkan, guppy dapat menghasilkan puluhan sampai ratusan anakan. Oleh sebab itu, Anda harus bersiap-siap untuk segera memindahkannya ke wadah pendederan. Kalau tidak dipindah, maka akan dijadikan santapan oleh indukannya.

6. Proses PendederanGambar Proses Pendederan Ikan Guppy

Wadah pendederan idealnya diletakkan di tempat terbuka. Sinar matahari memiliki peran penting dalam pembentukan warna terang di tubuh guppy anakan.

Pendederan bisa dilakukan dalam kolam semen dengan ukuran 1x1x0.5 m / 2x2x0.5 m. Disarankan supaya menambahkan eceng gondok juga sebagai tempat berteduh untuk ikan.

Selanjutnya masukkan aerasi di kolam, dan tambahkan air bersih sekitar 40 cm. Jangan lupa untuk memperbaharui air maksimal 3 hari sekali. Hal ini supaya benih tumbuh sehat, dan terhindar dari penyakit. Proses pendederan harus selalu dipantau sehingga hasilnya bisa optimal.

Pada benih guppy berusia 0-5 hari, maka Anda bisa memberikan infusoria. Setelah masa tersebut, pakan dapat diganti dengan udang renik (artemia) atau kutu air seperti moina dan daphnia yang telah disaring.

Jika sudah melewati masa 20 hari, maka pakan sudah bisa dalam bentuk cacing sutra atau kutu air tanpa perlu disaring.

Pada usia 20 hari, Anda juga sudah bisa memulai proses pemilahan antara yang betina dan jantan. Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, bahwa hanya guppy jantanlah yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara betina hanya difungsikan sebagai indukan, dan bahkan tidak jarang dibuang. guppy baru bisa dikatakan dewasa setelah usianya mencapai 1 bulan.

Untuk mendapatkan guppy jantan dalam jumlah besar, umumnya peternak akan memberikan hormon androgen jenis 17a methyltestosteron pada masa kehamilan.

Proses ini dilakukan dengan cara merendam induk betina yang sedang hamil di larutan hormon berdosis 2mg/liter air. Perendaman biasanya dilakukan selama 24 jam.

Baca Juga : Jenis Ikan Guppy

Keberhasilan budidaya ikan guppy sangat ditentukan dari banyaknya jumlah jantan yang lahir. Hal tersebut dikarenakan hanya guppy berkelamin jantan yang dilirik menjadi ikan hias akuarium. Tentunya ini tidak terlepas dari keelokan warna dan siripnya yang memukau.

Tinggalkan komentar