Budidaya Ikan Gurame

Peluang usaha yang kini banyak dilirik yaitu budidaya ikan gurame. Permintaan yang cukup tinggi menjadi alasan banyak orang yang menjadikan budidaya ikan jenis ini sebagai peluang usaha dengan keuntungan yang menjanjikan. Rasa daging ikan yang gurih membuat gurami banyak digemari. Tidak hanya itu saja, gurame juga kaya akan vitamin dan protein yang sangat baik untuk tubuh.

Untuk proses dan cara pembudidayaan ikan gurame juga terbilang cukup mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja karena tidak memerlukan keahlian khusus. Untuk mengetahui cara dan langkah-langkah budidaya gurame, Anda bisa menyimak penjelasannya berikut ini.

Tahap-tahap Proses Budidaya Ikan Gurame

1. Persiapan Kolam Budidaya

Gambar Kolam Budidaya Gurame
guramigurihku.wordpress.com

Untuk memulai bisnis budidaya gurame, tahap pertama yang harus dipersiapkan yaitu kolam sebagai lokasi budidaya. Anda bisa menggunakan kolam semen atau kolam terpal untuk membudidayakan gurame dengan ukuran ideal sekitar 6 sampai 12 meter dan kedalaman sekitar 90 sampai 150 cm.

Tiap kolam dapat menampung puluhan gurami dengan bobot masing-masing sekitar 2,5 ons. Sebelum benih gurame ditebarkan ke dalam kolam, Anda harus memastikan kebersihan kolam terlebih dahulu agar ikan terbebas dari hama atau parasit yang dapat menyebabkan penyakit.

Untuk mencegah pertumbuhan hama atau parasit, Anda dapat memasang filter atau saringan celah-celah yang ada pada kolam budidaya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi munculnya hewan-hewan lain yang bisa menjadi hama bagi gurame.

Sebelum kolam digunakan, Anda juga bisa melakukan pemupukan terlebih dahulu. Pemupukan kolam bertujuan agar plankton dapat tumbuh, sehingga ikan bisa mendapatkan makanan secara alami.

2. Pemilihan Induk Gurame

Gambar Indukan Ikan Gurame Soang
pertanianku.com

Tahap selanjutnya setelah kolam budidaya sudah disiapkan adalah pemilihan induk gurame. Pemilihan indukan gurame jantan dan betina tidak boleh dilakukan sembarangan, karena sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan gurame yang Anda jalankan. Pilihlah indukan gurame yang berkualitas dan sehat.

Ciri-ciri induk gurame yang sehat dan subur yaitu memiliki perut yang besar dan dekat dengan anus, serta warna tubuhnya lebih gelap dan sedikit pucat.

Induk gurame yang sehat lebih banyak bergerak dan gerakannya lincah, serta gesit. Usia induk gurame yang siap dipijah berada pada rentang usia 4 sampai 7 tahun dengan bobot sekitar 1,5 sampai 2 kilogram per ekornya.

3. Pemijahan dan Penetasan Telur Gurame

Gambar Sosog Sarang Gurame
Twitter @DJPB_BPBAT JAMBI

Setelah memilih indukan yang siap dipijah, Anda perlu menyiapkan kolam khusus dan terpisah yang tidak berlumpur dan memiliki dasar berupa sedimen (endapan) pasir.

Karena induk gurame memiliki gerakan yang cukup lincah dan banyak bergerak, Anda sebaiknya menyiapkan kolam pemijahan dengan kedalaman di atas 80 cm dan tancapkan sosog yang terbuat dari bambu pada kolam.

Sosog berguna sebagai sarang telur gurame. Apabila Anda menemukan sarang yang sudah tertutup, segera angkat dan pindahkan sarang telur ke ember besar dan lebar.

Telur gurame yang berkualitas baik biasanya berwarna kuning dan telur yang kualitasnya kurang bagus biasanya berwarna putih. Untuk proses penetasan telur membutuhkan waktu kurang lebih selama 3 sampai 4 hari.

4. Pemeliharaan dan Perawatan Benih Gurame

Gambar Perawatan Benih Ikan Gurame
gdmorganic.com

Setelah telur-telur ditetaskan dan menjadi benih, Anda perlu menyiapkan kolam khusus. Hal ini dikarenakan proses pemeliharaan benih berbeda dengan pemeliharaan gurami dewasa, sehingga perlu diletakkan pada kolam yang terpisah agar pertumbuhannya bisa maksimal dan tidak dimangsa oleh gurame dewasa.

Untuk pakan benih gurame juga harus berupa pelet yang halus. Dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan untuk proses pendedaran benih ikan gurame.

Perhatikan kualitas air, tingkat keasaman, dan kadar oksigen dalam air. Pastikan air kolam budidaya benar-benar terbebas dari kontaminasi bahan kimia dan pencemaran air, sehingga benih gurame dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

5. Pemberian Pakan untuk Gurame

Gambar Pakan Tambahan Ikan Gurame
lisa.id

Untuk pemberian pakan bagi gurami bisa dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore hari. Gurame dapat memakan makanan alami mereka berupa plankton, namun agar pertumbuhannya bisa maksimal, Anda bisa memberikan pakan utama berupa pelet yang mengandung protein sebanyak 25%. Sebagai makanan selingan, Anda bisa memberikan kangkung, daun pepaya, ampas tahu, atau dedak.

6. Proses Pemanenan Gurame

Gambar Panen Ikan Gurame
juraganterpal.com

Tahap terakhir dalam budidaya gurame adalah proses pemanenan. Untuk bisa dipanen dan siap untuk dipasarkan, Anda membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 bulan sejak benih ditebarkan ke dalam kolam.

Agar hasil yang diperoleh dapat maksimal, Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Anda juga harus melakukan proses penyortiran ukuran gurame yang dikehendaki oleh pasar.

Baca Juga : Harga Ikan Gurame

Bagi Anda yang tertarik mencoba peluang usaha yang satu ini, tahapan proses budidaya ikan gurame di atas bisa Anda coba. Selain keuntungan yang menggiurkan dan permintaan pasar yang tinggi, budidaya ini juga cukup mudah dilakukan dan tidak perlu modal terlalu besar. Anda hanya memerlukan keuletan dan ketekunan, agar hasil budidaya gurame yang Anda jalankan bisa maksimal.

Tinggalkan komentar