Budidaya Ikan Hias

Apakah Anda gemar mengoleksi ikan hias? Jika iya, Anda bisa mencoba mengubah hobi menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Budidaya ikan hias juga bisa dilakukan oleh siapa saja dengan modal yang tidak terlalu besar dan memiliki prospek yang bagus. Ikan hias terdiri dari beragam jenis dan sangat mudah ditemukan. Ikan hias terbagi menjadi dua yaitu ikan hias air tawar dan air laut.

Sebenarnya antara ikan hias air tawar dan air laut tidak banyak berbeda. Untuk segi warna dan bentuk, kedua ikan hias ini sama-sama cantik dan indah.

Namun, bagi Anda yang masih pemula, sangat disarankan untuk membudidayakan ikan hias air tawar saja karena lebih mudah. Untuk mengetahui bagaimana cara membudidayakan ikan hias agar hasilnya maksimal, mari simak ulasan berikut ini.

Langkah-langkah Budidaya Ikan Hias

Ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai bisnis pembudidayaan ikan hias, agar hasil yang diperoleh bisa maksimal yaitu sebagai berikut.

1. Penentuan Lokasi BudidayaGambar Penentuan Lokasi Budidaya

Langkah pertama yang harus Anda siapkan untuk membudidayakan ikan hias yaitu menentukan lokasi. Untuk lokasi budidaya, Anda tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Anda bisa menggunakan akuarium dengan suhu yang terkontrol. Hindari pula sinar matahari langsung agar tidak mengganggu tumbuh kembang ikan hias.

Jika Anda memiliki lahan yang cukup luas, Anda bisa memanfaatkan pekarangan dengan membuat kolam terpal atau kolam semen. Jika Anda memilih opsi ini, Anda bisa mengendapkannya terlebih dahulu dan harus menjaga suhunya pada kisaran 30° Celsius.

Selain suhu, Anda juga perlu memerhatikan kadar oksigen dan tingkat keasaman air kolam setelah proses pengendapan atau penaburan kapur. Untuk kadar oksigen air pada kolam yaitu berkisar 3 ppm dan tingkat keasaman air kolam yaitu pH 7.

2. Pemilihan Jenis Ikan HiasGambar Pemilihan Jenis Ikan Hias

Langkah selanjutnya setelah Anda menentukan lokasi budidaya yaitu melakukan pemilihan jenis ikan hias yang akan dibudidayakan. Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai spesifikasi perawatan dan karakteristik ikan hias yang akan dibudidayakan.

Kenali pula usia produktif dan waktu tetas telur ikan, karena setiap jenis ikan memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing.

Untuk menentukan hasil dan kualitasnya, pilihlah benih ikan yang sehat, berkualitas, dan berasal dari indukan yang bagus dan subur. Anda juga harus mengenali jenis kelamin ikan dengan cara menekan bagian perutnya.

Apabila yang keluar adalah mani, berarti ikan berjenis kelamin jantan. Sementara itu, jika yang keluar adalah sel telur, berarti ikan berjenis kelamin betina.

3. Perawatan dan Pemberian Pakan

Gambar Perawatan dan Pemberian PakanTahap perawatan dan pemberian makan juga menentukan hasil budidaya ikan hias yang Anda geluti. Meski sudah memilih benih ikan yang berkualitas, namun tanpa perawatan dan pemberian makan yang benar dan tepat, ikan tidak dapat tumbuh dengan maksimal bahkan bisa saja mati.

Untuk pakan ikan hias, Anda bisa memberikan makanan alami seperti serangga kecil, jentik nyamuk, atau plankton.

Sebagai selingan, Anda juga bisa memberikan pakan ikan buatan pabrik yang banyak dijual di pasaran. Pilihlah pakan ikan yang kaya nutrisi agar ikan hias yang Anda budidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Bersihkan kolam secara rutin untuk mencegah pencemaran air yang dapat mengakibatkan ikan mati. Anda juga bisa memberikan obat agar ikan terhindar dari jamur atau parasit yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

4. Proses Reproduksi dan PemanenanGambar Proses Reproduksi dan Pemanenan

Proses selanjutnya adalah memilih indukan ikan hias yang akan dipijah atau dikawinkan. Pilih indukan yang sehat, subur, dan tidak terjangkit penyakit apapun.

Indukan ikan hias yang sudah siap melalui proses pemijahan yaitu sudah cukup umur dan memiliki gonad (alat kelamin) yang sudah matang. Kematangan sistem reproduksi pada masing-masing ikan juga berbeda-beda yaitu kisaran 4-12 bulan.

Hindari melakukan pemijahan pada indukan jantan dan indukan betina yang masih satu keturunan untuk mencegah benih ikan yang cacat dan kualitasnya buruk.

Setelah pemijahan, proses selanjutnya adalah penetasan telur. Untuk menetaskan telur hingga menjadi larva, Anda tidak perlu menunggu lama. Hanya butuh waktu sehari semalam atau 24 jam saja agar telur-telur ikan menetas.

Anda bisa melakukan penetasan telur pada kolam permanen, akuarium, atau corong. Untuk cara penetasannya juga berbeda-beda, yaitu dengan cara mengangkat kedua indukan secara bersamaan atau mengangkat salah satu induk. Ada beberapa jenis ikan hias yang membutuhkan aerasi, namun ada juga yang tidak membutuhkannya.

Baca  Juga : Ikan Hias Air Tawar

Cara atau langkah budidaya ikan hias di atas dapat dijadikan sebagai referensi dan panduan bagi Anda yang tertarik mencoba peluang bisnis ini. Selain keuntungan yang menjanjikan, usaha budidaya ini juga cukup mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Tinggalkan komentar