Budidaya Ikan Patin

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang cukup digemari karena rasanya yang gurih dan lezat. Tidak hanya lezat, kandungan gizi dalam daging ikan patin juga baik untuk tubuh. Permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan patin juga cukup tinggi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika budidaya ikan patin dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Meski sama-sama memiliki kumis, patil yang dimiliki patin tidak menyengat dan tidak berbahaya seperti patil pada lele. Patin terdiri dari beberapa jenis, namun yang banyak dikonsumsi dan populer di kalangan masyarakat yaitu patin siam atau jambal siam. Simak ulasan berikut untuk mengetahui tahapan budidaya patin.

Tahapan Budidaya Ikan Patin

1. Persiapan Lokasi Budidaya

Gambar Kolam Budidaya Patin
sapojineng.blogspot.com

Setelah melakukan pemilihan bibit, tahap selanjutnya adalah menyiapkan kolam untuk budidaya. Kenali terlebih dahulu karakteristik dan habitat ikan patin. Anda bisa menggunakan kolam tanah lempung (tanah liat) sebagai lokasi budidaya patin, karena di habitat aslinya ikan jenis ini biasanya hidup secara bebas di sungai.

Usahakan kolam budidaya terletak di ruang terbuka agar mendapatkan sinar matahari yang cukup. Perhatikan kebersihan dan kualitas air kolam, serta pastikan tidak ada kontaminasi dengan bahan kimia berbahaya atau tercemar oleh limbah. Untuk suhu ideal air kolam adalah 26° C hingga 28° C dan tingkat keasaman pH air yaitu 6,5 sampai 7.

Sebelum kolam digunakan dan benih ikan patin ditebarkan, Anda sebaiknya melakukan proses pemupukan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan plankton yang berguna sebagai makanan alami patin.

2. Pemilihan Bibit Patin

Gambar Bibit Budidaya Patin
Facebook @Rumah Bibit Ikan Tembilahan

Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan, Anda harus melakukan pemilihan bibit dengan tepat. Pilihlah bibit ikan patin yang berkualitas bagus dan sehat.

Ada beberapa ciri-ciri untuk menentukan kualitas bibit yaitu bentuk tubuh yang proporsional dengan ukuran kepala dan tubuh yang seimbang. Pilihlah bibit ikan patin yang memiliki gerakan lincah dan gesit, serta berasal dari indukan yang berkualitas unggul dan sehat.

3. Perawatan Patin yang Tepat

Gambar Perawatan Ikan Patin
rindizmn.blogspot.com

Selain pemilihan bibit dengan kualitas unggulan, tahap perawatan juga sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan patin yang Anda tekuni. Dibandingkan jenis ikan lainnya, patin cenderung lebih mudah untuk dibudidayakan dan masa panen yang cepat.

Berilah pakan yang sesuai dan tidak berlebihan. Untuk waktu ideal pemberian pakan yaitu sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk bibit yang baru ditebarkan, Anda tidak perlu memberikan pakan dan biarkan bibit patin memakan zooplankton yang terdapat di dalam kolam.

Anda bisa memberikan pakan ikan patin secara bertahap dengan pelet. Untuk jumlah pemberian pakan dapat disesuaikan dengan kondisi tumbuh kembang ikan. Dalam sehari, berikan pakan setidaknya sebanyak 3 sampai 5% dari bobot tubuh ikan.

4. Penanganan dan Pemberantasan Hama/Penyakit

Gambar Penyakit Ikan Patin
medium.com

Tahap selanjutnya dalam proses budidaya patin adalah penanganan hama atau penyakit yang dapat menyerang kelangsungan hidup dan tumbuh kembang ikan. Anda bisa memasang lampu di sekitar kolam untuk mencegah masuknya hama yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan, karena biasanya hama tidak suka dengan sinar lampu yang terang.

Perhatikan pula kemungkinan penyakit infeksi dan non infeksi yang dapat menyerang kesehatan ikan, bahkan bisa menyebabkan kematian ikan. Penyakit infeksi yaitu penyakit yang dapat menyerang ikan akibat adanya gangguan organisme patogen, sedangkan penyakit non infeksi merupakan penyakit yang tidak ditimbulkan oleh patogen dan tidak menular.

5. Pemanenan Patin

Gambar Panen Budidaya Patin
mogabay.co.id

Tahap terakhir dari budidaya patin adalah proses pemanenan. Agar kualitas ikan yang dipanen tetap terjaga, proses panen harus dilakukan dengan tepat dan hati-hati. Selain untuk menjaga kualitas ikan, hal ini juga bertujuan untuk mencegah kerusakan, kecacatan, bahkan kematian ikan patin yang dipanen.

Masa panen ikan patin dapat dilakukan dalam jangka waktu 6 sampai 12 bulan dengan berat per ekor mencapai 1 kilogram. Upayakan untuk tidak menggunakan jala apung dalam proses penangkapan ikan agar ikan tidak terluka. Cara aman yang bisa Anda lakukan adalah melakukan penangkapan ikan dimulai dari hilir menuju hulu, sehingga kesegaran ikan dapat terjaga dan mencegah kematian ikan.

Baca Juga : Harga Ikan Patin

Tahapan budidaya ikan patin di atas dapat Anda jadikan sebagai panduan untuk menjalankan bisnis budidaya ini. Perlu adanya ketekunan dan ketelatenan dalam menjalankan setiap prosesnya, serta pemahaman yang baik agar hasil yang diperoleh bisa maksimal dan sesuai dengan ekspektasi Anda.

Tinggalkan komentar