Budidaya Kutu Air

Sebagai salah satu pakan alami ikan yang banyak dicari, budidaya kutu air menjadi salah satu bisnis menjanjikan untuk digeluti. Apalagi, budidaya ikan sendiri memiliki ranah cakupan yang cukup luas. Terutama budidaya ikan tawar seperti gerame, nila, lele, molly, hingga burayak. Tentu dengan mangsa pasar yang luas ini, membudidayakan dan memasarkan kutu air menjanjikan keuntungan yang besar.

Mengenal Jenis Kutu Air

Secara umum, jenis kutu air yang banyak dipasarkan ada 2 macam, yakni daphnia dan moina. Keduanya merupakan golongan udang renik berukuran kecil sehingga disebut sebagai kutu air. Jika ditelusur lebih jauh, kedua jenis kutu ini masuk dalam ordo caldocera, tepatnya kelas crustacea.

1. Daphnia

Gambar Kutu Air Daphnia
wikimedia.org

Jenis daphnia memiliki ukuran 1-5 mm degan bentuk lonjong, agak pipih, berwarna cokelat kemerahan, memiliki 2 antena, dan berekor lancip. Jika diternakkan, biasanya daphnia akan berkoloni membentuk titik-titik merah mengambang di permukaan kolam.

Umumnya ekosistem daphnia berupa air tawar, baik rawa, danau, waduk, maupun kolam. Untuk bisa tumbuh dengan ideal, suhu yang dibutuhkan berkisar 26-30 derajat Celcius, serta pH 6,5-7,5. Siklus hidupnya berlangsung pada kisaran 34 hari dan bisa dikembangbiakkan secara seksual ataupun aseksual. Tiap ekornya bisa bereproduksi hingga 39 ekor/ hari.

2. Moina

Gambar Kutu Air Moina
aquaama.my.id

Dibanding daphnia, moina memiliki ukuran yang lebih mini yakni 0,9-1,8 mm, berwarna cokelat kemerahan, dengan 10 silia atau rambut getar pada perutnya.

Sama seperti daphnia, moina juga hidup di air tawar yang memiliki suhu ideal 24-30 derajat Celcius serta pH 6,5-7,5. Siklus hidupnya juga jauh lebih pendek ketimbang daphnia, sekitar 13 hari dengan kemampuan reproduksi 32 ekor/ hari.

Cara Budidaya Kutu Air

Dalam hal pembudidayaan, baik daphnia dan moina bisa diternak dengan cara yang sama. Terlebih keduanya memiliki kemiripan dalam segi habitat, jenis makanan, serta cara reproduksi.

Untuk mendapatkan bibitnya, bisa dengan mencari di perairan tawa

Gambar Budidaya Kutu Air
indonesiafishfarms.wordpress.com

r menggunakan jaring halus alias plankton net. Atau, bisa pula mencari pada BBAT (Balai Benih Ikan Air Tawar) terdekat.

Untuk memulai budidaya kutu air secara mandiri dengan modal minimalis, Anda dapat menumpuh cara berikut.

1. Siapkan wadah

Dalam proses membudidayakan kutu air dibutuhkan wadah yang lebar serta panjang. Pastikan pula wadah tak terlalu tinggi lantaran kutu air tak membutuhkan air dalam, namun butuh habitat yang luas. Anda bisa membuat bak dari beton, atau wadah lain yang cukup luas. Tidak ada acuan khusus mengenai hal ini, Anda bisa memanfaatkan media apa saja.

2. Siapkan bibit

Selain 2 cara mendapatkan bibit dengan menangkapnya di perairan ataupun ke BBAT terdekat, Anda juga bisa melakukan pembibitan secara mandiri. Dalam prosesnya, tiap orang bisa menggunakan beberapa pilihan media berikut.

  • Kotoran ayam yang dicampur dengan seduhan teh dan susu bubuk. Bahan ini lalu didiamkan selama beberapa hari. Tunggu hingga air berubah menghijau yang menandakan alga mulai tumbuh dan bibit kutu air akan mulai tampak.
  • Sayuran layu yang cepat membusuk seperti kol. Cuci kol hinggga bersih, lalu masukkan wadah yang tersedia dan diamkan selama 1 minggu. Pastikan wadah tak terpapar sinar matahari langsung agar kutu air bisa muncul.
  • Air got berlumpur. Cara ini paling praktis dilakukan karena Anda cukup memasukkan air got beserta lumpurnya ke dalam wadah yang ada. Diamkan beberapa hari hingga bibit kutu air bermunculan.

3. Siapkan air

Mengembangbiakkan kutu air memang sangat mudah dilakukan. Namun, Anda patut memperhatikan air yang digunakan. Tak bisa dipungkiri peran air cukup penting sebagai media utama dalam perkembangbiakan. Umumnya dibutuhkan air tua untuk perkembangan kutu air. Yakni, air yang sudah mengendap dan tak mengalir lagi selama beberapa waktu.

Mendapatkan air tua ini pun bisa dilakukan dengan cara yang tak kalah mudah. Anda hanya perlu menempatkan air pada wadah tertentu. Lalu, biarkan saja selama beberapa hari hingga kotorannya mengendap. Inilah media terbaik untuk perkembangan kutu air.

Setelah melakukan cara di atas, Anda akan melihat puncak perkembangbiakan kutu air pada hari ke 7 hingga 11. Anda bisa mulai memanennya dengan menggunakan jaring halus.

Baca Juga : Budidaya Belut

Walaupun budidaya kutu air sangatlah sederhana, penting untuk tetap menjauhkannya dari cahaya. Selain itu, pastikan pula wadah yang digunakan tertutup agar tak menjadi sarang jentik dan nyamuk.

Tinggalkan komentar