Harga Ikan Nila

Salah satu ikan air tawar yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah ikan nila. Harga ikan nila yang tidak terlalu tinggi dan mudah ditemui menjadikan ikan ini digemari masyarakat Indonesia. Kondisi geografis Indonesia juga cocok bagi pelaku budi daya ikan nila untuk mengembangkan ikan ini. Saat ini, sudah banyak ikan nila yang dikembangkan supaya lebih tahan dan cocok dengan kondisi Indonesia.

Faktor lain yang menjadikan ikan nila cukup populer di Indonesia adalah kandungan nutrisi yang cukup lengkap mulai dari protein, vitamin, dan mineral. Hal itu tentu memberikan beragam manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Jenis Ikan Nila

Indonesia memiliki beragam jenis ikan nila yang memiliki keunggulan masing-masing. Jenis-jenis ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Para peneliti berusaha menghasilkan ikan yang tahan penyakit, cepat besar, dan bobot maksimal yang tinggi. Berikut adalah beberapa jenis ikan nila yang dikembangkan di Indonesia.

1. Ikan Nila Lokal

Gambar Ikan Nila Lokal
okdogi.com

Ikan yang paling banyak ditemui di Indonesia ini bukan merupakan ikan asli Indonesia meskipun menggunakan nama lokal. Nila jenis ini awalnya didatangkan dari Taiwan kemudian dikembangkan di Sulawesi Utara lalu menyebar ke seluruh nusantara. Ciri dari ikan ini adalah sisiknya yang berwarna hitam keabuan dengan warna putih di bagian perut bawah.

2. Ikan Nila BEST

Gambar Ikan Nila Best
thegorbalsla.com

Secara sekilas, ikan ini mirip dengan ikan Nila Lokal karena dihasilkan dari persilangan Nila Lokal, Nila Tempeh, Nila GIFT Generasi Ketiga, dan Nila GIFT Generasi Keenam. Warna hitam mendominasi seluruh badan Nila BEST dengan corak putih di beberapa bagian. Keunggulan dari ikan ini adalah pertumbuhan lebih cepat dibandingkan nila lokal dan kebutuhan pakan lebih rendah.

3. Ikan Nila NIFI

Gambar Ikan Nila NIFI
pejuangbudidayaikan.blogspot.com

Nirah NIFI atau Nila Merah NIFI (National Inland Fish Institute) adalah ikan nila merah yang diklaim banyak menghasilkan ikan jantan. Ikan ini berasal dari persilangan jantan lokal dan betina luar negeri sehingga memiliki ciri yaitu badan berwarna campuran merah, kuning, dan sedikit warna putih.

4. Ikan Nila GIFT

Gambar Ikan Nila GIFT
dicito.id

Ikan ini dinamai dari tempat dihasilkannya ikan jenis ini yaitu Genetic Improvement of Farmed Tilapia. Kelebihan dari Nirah GIFT adalah lebih tahan penyakit dibandingkan ikan nila lokal. Selain itu, ikan ini hanya memerlukan waktu 1,5 tahun sampai 2 tahun untuk mencapai umur produktif dan dapat mulai dipanen pada umur 6 bulan.

5. Ikan Nila Salina

Nila Salina merupakan produk unggul Indonesia yang dihasilkan oleh BPPT dengan sifat unggul yaitu dapat hidup di air dengan kadar garam yang tinggi. Hal tersebut menjadikan ikan Nila Salina cocok dikembangkan di daerah dekat pantai. Selain itu, nila jenis ini memiliki nilai Feed Conversion Ratio yang rendah sehingga pakan yang diberikan bisa lebih efisien.

6. Ikan Nila Larasati

Nila Larasati juga dikenal dengan Nila Janti. Jenis ini banyak dibudi dayakan di Klaten, Jawa Tengah dan dihasilkan dari persilangan Nila Pandu dan Kunti. Ciri dari ikan ini adalah warna sisik merah keemasan dengan bagian perut samping didominasi warna kuning emas. NIla Larasati memiliki daya tahan yang cukup kuat dengan tingkat kematian yang rendah.

8. Ikan Nila Srikandi

Sama seperti Nila Salin, Nila Srikandi dikembangkan untuk budi daya di lahan dengan kadar salinitas yang tinggi. Nila dengan sisik berwarna hitam ini memiliki nilai protein yang lebih tinggi dibandingkan ikan lokal. Selain itu, jenis ini juga memiliki nilai FCR yang rendah, jadi pembudi daya tidak memerlukan pakan dalam jumlah yang tinggi.

9. Ikan Nila Anjani

Gambar Ikan Nila Anjani
http://bpbiataikmel.blogspot.com

Nila Anjani memiliki ciri yaitu tubuh yang cenderung membulat dengan warna hitam keabuan pada bagian badan dan putih pada bagian perut bawah. Keunggulan ikan ini adalah memiliki ketahanan terhadap infeksi bakteri dan lebih cepat tumbuh. Jika dibandingkan dengan nila jenis lain, Nila Anjani memiliki daging yang lebih tebal.

10. Ikan Nila Pandu

Berbeda dengan Nila Larasati yang berwarna merah keemasan, Nila Pandu memiliki warna badan yang putih dengan warna merah muda pada bagian sirip dan kepala. Saat ini, ikan Nila Pandu tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan nila jenis lain karena sifatnya tidak lebih unggul karena sudah dibudi dayakan dari tahun 1997.

Harga Ikan Nila

Gambar Harga Ikan Nila
gambarikan.com

Jika dibandingkan dengan ikan konsumsi jenis lain, harga ikan nila cenderung lebih rendah. Rata-rata, harga nila di Indonesia adalah sekitar Rp25.000 untuk setiap kilogram. Berikut adalah harga nila di beberapa daerah di Indonesia.

DaerahHarga (/kg)
RiauRp 26.000
Sumatera UtaraRp 26.000
LampungRp 25.000
DKI JakartaRp 27.000
Jawa BaratRp 26.000
Jawa TengahRp 26.000
Jawa TimurRp 27.000
D.I. YogyakartaRp 26.000
BaliRp 26.500
Kalimantan TimurRp 27.000
Kalimantan SelatanRp 26.500
Sulawesi SelatanRp 25.000
Sulawesi UtaraRp 25.500

Harga di atas merupakan harga rata-rata untuk nila konsumsi pada tingkat konsumen akhir. Jika Anda membutuhkan ikan dalam jumlah banyak, maka Anda bisa mendatangi langsung para pembudi daya ikan nila untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Namun jika Anda hanya membutuhkan ikan untuk konsumsi keluarga, tentu membeli di pedagang pengecer akan lebih murah dan efisien.

Jika Anda adalah seorang pembudi daya ikan nila, maka Anda perlu tahu harga dari benih ikan nila. Benih merupakan bagian terpenting dari budi daya ikan karena menjadi salah satu modal penentu kesuksesan budi daya. Harga benih nila berbeda-beda tergantung jenis dan ukuran benih ikan yang Anda pilih.

UkuranJumlah per boxHarga (/box)
1-2 cm15.000Rp 300.000
2-3 cm7.000Rp 245.000
3-5 cm5.000Rp 275.000
5-7 cm3.000Rp 285.000

Harga ikan dalam tabel diatas merupakan harga dasar pada tingkat petani pembudi daya. Jika Anda membeli melalui agen penjualan maupun pedagang besar, tentu harga yang diberikan lebih tinggi.

Selain itu, ketika Anda memutuskan untuk melakukan pembelian dari luar daerah atau luar pulau, Anda juga harus memperhitungkan biaya pengiriman dan uji karantina.

Perhitungan biaya harus dipertimbangkan karena berkaitan dengan biaya produksi dan keuntungan yang Anda dapatkan. Hal lain yang perlu diperhitungkan yaitu ukuran benih yang akan dibeli. Membeli benih dengan ukuran yang lebih kecil tentu memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi karena ikan masih dalam fase yang rentan.

Ukuran yang ideal untuk dibeli adalah ketika benih berukuran 5-7 cm. Pada ukuran tersebut, ikan sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan lebih tahan stress dibandingkan ketika masih kecil. Hal ini berdampak pada kemungkinan kematian benih yang lebih rendah.

Baca Juga : Pakan Ikan Nila

Harga ikan nila di beberapa daerah cukup bervariasi karena tergantung dari jenis ikan nila yang ada. Pada umumnya, pembeli tidak terlalu memerhatikan jenis nila yang akan dibeli karena hanya berfokus pada ukuran ikan, sehingga Anda sebagai pembudi daya wajib tahu jenis ikan yang cepat besar dan memiliki bobot maksimal yang tinggi.

Tinggalkan komentar